Beranda› Artikel› Cara Menghitung Peluang Menang Tim Sepak Bola dengan Statist
← Kembali ke Artikel 1 Nov 2026, 12:16 WIB

Cara Menghitung Peluang Menang Tim Sepak Bola dengan Statistik

RN
Ruang Nongki
Cara Menghitung Peluang Menang Tim Sepak Bola dengan Statistik

Menghitung peluang menang tim sepak bola dengan statistik pada dasarnya soal mengubah data performa, seperti rata-rata gol dan kebobolan, menjadi angka probabilitas untuk hasil menang, seri, atau kalah. Kita tidak butuh rumus rumit untuk memulainya, cukup kalkulator, data beberapa pertandingan terakhir, dan kesabaran. Hasilnya memang tidak pernah pasti, tapi jauh lebih terukur daripada sekadar feeling.

Mulai dari Rata-Rata Gol, Bukan dari Nama Besar

Kesalahan paling umum waktu kita menebak hasil laga adalah menilai dari reputasi. Klub besar belum tentu menang, dan klub kecil belum tentu kalah. Makanya langkah pertama adalah melihat angka yang paling dasar: berapa gol yang rata-rata dicetak dan berapa yang rata-rata kebobolan.

Ambil 10 sampai 20 laga terakhir tiap tim. Tentukan:

  • rata-rata gol dicetak per laga,
  • rata-rata gol kebobolan per laga,
  • pembagian data kandang dan tandang, karena banyak tim tampil beda di dua kondisi itu.

Contoh sederhana (angka ini hanya ilustrasi, bukan data pertandingan nyata): Tim A rata-rata mencetak 1,8 gol dan kebobolan 1,0. Tim B mencetak 1,2 gol dan kebobolan 1,5. Dari sini saja sudah kelihatan Tim A lebih tajam di depan sekaligus lebih rapat di belakang.

Menghitung Kekuatan Serang dan Bertahan

Angka mentah belum cukup, karena kekuatan liga dan lawan berbeda-beda. Karena itu kita bandingkan dengan rata-rata liga. Caranya:

  1. Hitung rata-rata gol per tim per laga di liga tersebut.
  2. Bagi rata-rata gol cetak tim dengan rata-rata liga. Itu kekuatan serangnya.
  3. Bagi rata-rata kebobolan tim dengan rata-rata liga. Itu kelemahan bertahannya (makin kecil makin bagus).

Kalau rata-rata liga 1,4 gol per tim, Tim A punya kekuatan serang 1,8 / 1,4 = sekitar 1,29. Artinya serangannya sekitar 29% di atas rata-rata. Pola hitungan yang sama dipakai untuk bertahan.

Setelah itu, perkirakan gol yang diharapkan dalam pertandingan: kekuatan serang tim kita dikali kelemahan bertahan lawan, lalu dikali rata-rata liga. Hasilnya adalah ekspektasi gol tiap tim di laga itu.

Dari Ekspektasi Gol ke Persentase Menang

Di sinilah distribusi Poisson dipakai. Kedengarannya seram, tapi idenya llugas: kalau kita tahu rata-rata gol yang diharapkan, kita bisa menghitung peluang tim mencetak 0, 1, 2, 3 gol, dan seterusnya.

Rumusnya: P(k gol) = (λ^k × e^-λ) / k!, dengan λ adalah ekspektasi gol. Hitung untuk kedua tim, lalu buat tabel skor dari 0-0 sampai sekitar 5-5. Peluang tiap skor didapat dengan mengalikan peluang gol kedua tim.

Dari tabel itu:

  • jumlahkan semua skor saat Tim A unggul untuk peluang menang Tim A,
  • jumlahkan skor sama untuk peluang seri,
  • jumlahkan skor saat Tim B unggul untuk peluang menang Tim B.

Kalau pakai spreadsheet, semuanya bisa otomatis. Fungsi POISSON.DIST di Excel atau Google Sheets sudah cukup, jadi kita tidak perlu menghitung faktorial manual.

Faktor yang Tidak Muncul di Angka

Model sederhana punya batas. Cedera pemain kunci, jadwal padat, rotasi, dan motivasi (misalnya tim yang sedang berjuang menghindari degradasi) bisa mengubah gambaran. Formasi dan cara bermain juga berpengaruh, jadi memahami perbedaan formasi 4-3-3, 4-4-2, dan 3-5-2 membantu kita membaca apakah angka rata-rata itu masuk akal untuk laga tertentu.

Rekam jejak terbaru juga perlu ditimbang. Tim yang kebobolan banyak di awal musim tapi sudah ganti pelatih mungkin tidak lagi cocok dengan data lamanya. Untuk itu, beri bobot lebih besar pada 5 laga terakhir dibanding laga yang sudah lama.

Satu hal lagi: jangan terlalu percaya pada satu persentase. Kalau model bilang peluang menang 55%, artinya dari 100 laga serupa, sekitar 45 laga tidak berakhir dengan kemenangan tim itu. Sepak bola memang olahraga skor rendah, jadi kejutan sering terjadi.

Menguji Hitungan Kita Sendiri

Model baru berguna kalau terbukti. Catat prediksi persentase kita untuk 20 sampai 30 laga, lalu bandingkan dengan hasil sebenarnya. Kalau tim yang kita beri peluang 60% menang ternyata hanya menang di sekitar separuh kasus, ada yang perlu disesuaikan, misalnya jumlah laga yang dipakai atau pemisahan data kandang-tandang.

Mulai saja minggu ini: pilih satu liga, salin hasil 10 laga terakhir dua tim ke spreadsheet, hitung rata-ratanya, lalu jalankan Poisson sederhana. Catat hasilnya sebelum laga dimulai, dan lihat seberapa dekat tebakan kita. Setelah beberapa pekan, kita akan punya rasa yang jauh lebih tajam soal peluang menang sepak bola.

Bagikan:
Hai! 👋Mau tahu jadwal, skor, atau prediksi laga? Tanya Nongki aja!