Beranda› Artikel› Penjelasan Format Serie A Italia dan Sistem Degradasinya
← Kembali ke Artikel 1 Nov 2026, 07:16 WIB

Penjelasan Format Serie A Italia dan Sistem Degradasinya

RN
Ruang Nongki
Penjelasan Format Serie A Italia dan Sistem Degradasinya

Format Serie A Italia sebenarnya simpel: 20 klub saling berhadapan kandang dan tandang, total 38 pertandingan per musim, dan tiga tim terbawah turun ke Serie B. Tidak ada playoff untuk gelar juara, jadi siapa yang paling banyak mengumpulkan poin sampai pekan terakhir, dialah peraih scudetto. Yuk kita bedah pelan-pelan, termasuk soal poin, tiebreaker, dan cara degradasi bekerja.

Kompetisi Liga Penuh dengan 20 Klub

Bayangkan kompetisi ini seperti maraton yang panjang. Setiap klub bertemu semua lawan dua kali, sekali di kandang dan sekali di kandang lawan. Hitungannya 19 lawan dikali dua, hasilnya 38 laga. Karena tidak ada sistem gugur, satu hasil buruk jarang langsung menentukan nasib, tapi rentetan hasil jelek jelas berbahaya.

Pembagian poinnya standar: menang dapat 3, seri dapat 1, kalah dapat 0. Klasemen disusun dari total poin tersebut. Jadi tim yang konsisten sering mengalahkan tim yang tampil meledak-ledak sebentar lalu loyo. Rentetan tak terkalahkan seperti yang dijaga Lazio di hasil Sassuolo vs Lazio 2-6 bernilai besar, karena seri pun tetap menambah poin. Di sisi lain, Roma juga sempat menjaga catatan tak terkalahkan lewat hasil imbang 3-3 melawan Napoli, dan itu contoh nyata bahwa satu poin bisa terasa sangat berharga di akhir musim.

Perebutan Posisi: Dari Scudetto sampai Zona Eropa

Posisi di klasemen menentukan banyak hal, bukan cuma juara. Secara umum pembagiannya begini:

  • Papan atas: berebut scudetto dan tiket kompetisi Eropa.
  • Papan tengah: aman dari degradasi, tapi tidak ke Eropa.
  • Papan bawah: bertarung menghindari jurang Serie B.

Jumlah tiket Eropa dan rinciannya bisa berubah mengikuti alokasi dari UEFA dan hasil kompetisi lain, jadi untuk angka persisnya sebaiknya cek informasi resmi di awal musim. Yang pasti, persaingan peringkat 4 ke atas biasanya panas, seperti perjalanan Como yang naik ke peringkat 4 lewat comeback di laga lawan Torino. Buat tim papan atas, selisih satu atau dua poin saja bisa mengubah arah musim, apakah berakhir dengan pesta atau sekadar penyesalan.

Cara Menentukan Peringkat Jika Poin Sama

Nah, ini bagian yang sering bikin bingung. Kalau dua tim punya poin sama, Serie A tidak langsung melihat selisih gol seperti Liga Inggris. Prioritas pertama adalah rekor head-to-head, yaitu hasil pertemuan langsung kedua tim sepanjang musim. Baru setelah itu selisih gol dan kriteria berikutnya dipakai.

Perbedaan ini penting. Kita bisa saja melihat tim A unggul selisih gol secara keseluruhan, tapi tim B berada di atas karena menang dalam duel langsung. Kalau mau membandingkan dengan kompetisi lain, kami pernah menjelaskan cara kerja klasemen LaLiga yang juga mengutamakan pertemuan langsung. Untuk aturan tiebreaker yang lebih rinci, terutama kalau tim yang sama poinnya lebih dari dua, rujuk regulasi resmi liga.

Sistem Degradasi: Tiga Tim Terbawah Turun

Aturannya jelas: tiga klub peringkat 18, 19, dan 20 terdegradasi ke Serie B. Sebagai gantinya, tiga klub dari Serie B naik ke Serie A musim berikutnya. Jadi tidak ada klub yang "terlalu besar untuk jatuh". Siapa pun yang finis di zona merah harus turun, sehebat apa pun sejarahnya.

Zona degradasi biasanya terasa menyiksa karena selisih poin di papan bawah cenderung tipis. Satu kemenangan bisa melompatkan tim beberapa peringkat, satu kekalahan bisa menyeretnya ke bawah garis. Kalau timmu terjebak, tekanan di tiap pekan akan terasa berlipat. Mirip dengan situasi di liga kita, misalnya saat Persik tersungkur lima kali beruntun di laga lawan Persija, momentum buruk bisa cepat memperparah posisi.

Ada satu catatan: untuk kasus poin sama di batas zona degradasi atau perebutan gelar, liga bisa menggunakan mekanisme khusus sesuai regulasi. Karena detailnya bisa berubah antarmusim, kami tidak akan menyebut angka yang belum pasti di sini.

Tips Mengikuti Klasemen Serie A

Saat menonton, jangan hanya lihat kolom poin. Buka juga hasil pertemuan langsung antara tim-tim yang berdekatan di klasemen, karena itu sering jadi penentu ketika poin akhirnya imbang. Lalu, perhatikan jarak poin antara peringkat 17 dan 18, sebab di situlah garis hidup-mati musim sebuah klub. Kalau kamu baru mengenal liga-liga top Eropa, bandingkan juga dengan format Premier League untuk pemula supaya perbedaan tiebreaker dan alur musimnya makin jelas.

Bagikan:
Hai! 👋Mau tahu jadwal, skor, atau prediksi laga? Tanya Nongki aja!