Manchester United belum menang dalam sembilan laga beruntun, dan rumor perpecahan di ruang ganti pun muncul. Menurut laporan detikSport yang mengutip BBC, MU yang belum menang di sembilan laga ini disebut diwarnai keretakan internal, tetapi Michael Carrick menepisnya.
Kita mulai dari situasi di lapangan, karena di situlah rumor ini tumbuh. Di Liga Champions, MU kalah dua kali berturut-turut. Di Liga Inggris, tim anjlok ke peringkat ke-17 dengan tujuh poin dari sembilan laga, dan hanya satu kali menang. Angka itu jelas jauh dari standar yang diharapkan di Old Trafford.
Siapa yang Disebut di Tengah Rumor Perpecahan MU?
BBC, seperti dikutip detikSport, menyebut Bruno Fernandes dan Lisandro Martinez sudah menyerang petinggi klub. Klaimnya hanya sebatas itu. Isi serangan, waktu, dan konteksnya tidak dirinci dalam laporan yang kita pegang, jadi kita belum bisa menilai seberapa tajam kritik tersebut.
Beberapa nama lain ikut terseret. Marcus Rashford dinilai belum bisa kembali ke performa terbaik. Pemain baru seperti Santos dan Tielemans disebut belum nyetel dengan tim. Lalu Maguire dan Shaw, dua pemain senior, dikabarkan gagal membangkitkan motivasi rekan-rekannya. Ketika hasil seburuk ini, wajar kalau banyak pihak jadi sasaran kambing hitam, dan detikSport sendiri menulis bahwa sepertinya banyak hal dikambinghitamkan.
Apa Kata Carrick soal Ruang Ganti?
Carrick menolak mentah-mentah gambaran itu. "Ruang ganti kami baik-baik saja. Mungkin banyak orang yang memikirkan berbagai macam hal yang lain," katanya. Ia menegaskan para pemain berkomitmen kepada dirinya, klub, dan satu sama lain, dan itu menurutnya tidak perlu diragukan.
Yang menarik, Carrick tidak menutup mata soal performa. Ia mengakui timnya harus bermain lebih baik dan mengambil keputusan yang lebih tepat. Jadi masalah yang ia akui ada di kualitas permainan, bukan di komitmen. Soal komitmen, katanya, tidak ada yang perlu dipertanyakan karena memang tidak ada masalah.
Soal seberapa serius kabar ini, kita perlu hati-hati. Sisi yang masuk akal: rentetan sembilan laga tanpa kemenangan dan posisi ke-17 biasanya memunculkan gesekan, dan BBC menyebut nama pemain yang cukup berpengaruh. Sisi yang membuat kita ragu: belum ada bukti konkret perpecahan selain laporan itu, sementara pelatih membantah terbuka. Rumor ini lebih terlihat sebagai tekanan akibat hasil buruk ketimbang konflik yang terbukti.
Yang perlu kita pantau adalah laga-laga berikutnya. Kalau hasil membaik, rumor ini kemungkinan mereda sendiri. Kalau kekalahan berlanjut, pernyataan Fernandes dan Martinez soal petinggi klub bisa jadi bahan yang makin ramai dibahas, begitu juga bantahan Carrick.
