Kontrak jangka pendek Hajime Moriyasu bersama Timnas Jepang akan habis pada Februari 2027, dan penggantinya disebut sudah ada: Go Oiwa. Kabar ini muncul dari laporan detikSport yang mengutip The Guardian, setelah Piala Asia 2027 resmi diundur.
Soal jadwal, AFC lewat situs resminya menyebut turnamen yang semula berlangsung 7 Januari sampai 5 Februari 2027 kini digeser ke 23 Desember 2027 sampai 21 Januari 2028. Alasannya adalah situasi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas. Konflik Arab Saudi melawan Houthi masih berjalan, dan beberapa bandara di Arab Saudi menjadi sasaran.
Kontrak Habis Februari, Piala Asia Baru Digelar Akhir Tahun: Siapa yang Duduk di Bangku Jepang?
Di sinilah masalahnya. Moriyasu baru memperpanjang kontrak dalam durasi pendek, dan masa berlakunya selesai tepat ketika turnamen semula akan rampung. Dengan jadwal baru, kontrak itu berakhir hampir setahun sebelum peluit pertama Piala Asia berbunyi.
Menurut laporan tersebut, Moriyasu akan digantikan Go Oiwa. Perlu dicatat, kalimat itu ditulis tegas, tetapi sumber kita tidak menjelaskan kapan pergantian dilakukan atau apakah federasi sudah mengumumkannya. Tidak ada pula keterangan resmi dari pihak Moriyasu maupun Oiwa yang dikutip.
Jepang bukan satu-satunya yang pusing. Pelatih Australia, Tony Popovic, juga memegang kontrak jangka pendek yang habis pada Februari mendatang, setelah Graham Arnold dipecat. Kedua pelatih disebut sudah menyiapkan ramuan terbaik untuk skuad masing-masing menjelang turnamen. The Guardian menilai kedua timnas itu kebingungan menghadapi perubahan jadwal.
Seberapa Serius Kabar Oiwa?
Kita bisa bilang cukup serius, tapi belum final. Penyebutan nama pengganti terdengar spesifik, dan kontrak Moriyasu yang pendek memang membuka ruang untuk perubahan. Di sisi lain, penundaan turnamen bisa saja membuat federasi menimbang ulang rencana awal, termasuk soal perpanjangan kontrak. Itu murni kemungkinan, bukan sesuatu yang tertulis dalam laporan.
Waktu juga masih longgar. Dengan sisa sekitar 11 bulan menuju turnamen versi baru, pelatih anyar dinilai masih bisa mempersiapkan tim dengan matang. Artinya, Jepang tidak berada dalam kondisi darurat.
Bagi pembaca Indonesia, ini relevan karena Jepang berada di Grup F bersama Indonesia, Qatar, dan Thailand. Siapa pun yang memimpin Samurai Biru di Desember 2027 akan jadi lawan yang harus dihadapi Garuda. Australia sendiri berada di Grup D bersama Irak, Singapura, dan Tajikistan.
Yang perlu dipantau berikutnya adalah pernyataan resmi federasi Jepang soal status Moriyasu menjelang Februari 2027, serta apakah nama Oiwa dikonfirmasi atau justru dibantah.
